Kamis, 05 Agustus 2010

Megawati: Palangkaraya, Calon Ibukota RI

Share

Wacana pemindahan ibukota Indonesia ke wilayah lain terus bergulir. Sejumlah pakar menilai bahwa pemindahan ibukota negara itu perlu persiapan yang matang. Baik persiapan pemerintah pusat, maupun pemerintah lokal ibukota baru.

Sejumlah daerah yang sudah diusulkan antara lain Jonggol dan Karawang di Jawa Barat dan Palangkaraya di Kalimantan. Tapi sejumlah ahli menyebutkan bahwa Jonggol dan Karawang Bukan Jawaban.

Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B. Harmadi berpendapat pemindahan Ibukota harus dilakukan ke luar Pulau Jawa. Sonny menilai Jawa memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Sekitar 55 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa.

Jadi memindahkan ibukota di daerah Jawa apalagi di Jonggol dan Karawang adalah Zero Sum Game.

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan sangat setuju bila ibukota dipindahkan dari Jakarta ke wilayah lain. "Saya setuju bila harus dipindah," kata Megawati ditemui di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Di mana wilayah yang paling cocok untuk ibukota baru itu? "Palangkaraya sangat bagus untuk dijadikan ibukota, dan sangat cocok,"jawab Mega. Alasannya letaknya di tengah, bebas bencana dan lahannya luas.

Tapi Megawati menekankan bahwa tidak mudah memang memindahkan ibukota itu. Alasannya karena perlu persiapan yang matang dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Jadi pertanyaannya, lanjut Mega, apakah kita siap atau tidak.

Dari pengalaman sejumlah negara, pemindahan ibukota memang ada yang sukses tapi banyak juga yang gagal. Yang gagal adalah Brasil. Tahun 1960, Presiden Juscelino Kubitschek, pindahkan ibu negeri itu dari Rio de Janeiro ke Brasilia.

Mulia tujuannya yakni untuk mengembangkan wilayah pedesaan, mendorong pembangunan pertanian, penyebaran penduduk dan pendapatan.

Tahun ini genap 50 tahun sudah ibukota baru itu. Tapi walau banyak bangunan spektakuler yang mendapat pengakuan UNESCO -- Brasilia adalah kota tanpa jiwa.

Contoh yang sukses adalah Malaysia yang memindahkan pusat pemerintahan ke Putra Jaya. Baca: Ibukota Negara Pindah Karena Mistik.

Sementara Presiden melalui Staf Khusus Bidang Pemerintahan Daerah Velix Wanggai juga menyatakan, pemindahan Ibukota jangan karena alasan kemacetan. Pemindahan, kata Velix, harus bertujuan strategis untuk percepatan dan pemerataan pembangunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails