Selasa, 03 Agustus 2010

Sinta dan Jojo, Bukti Kekuatan Social Media

Share

Sinta dan Jojo mendadak tenar. Tiba-tiba, lagu bertajuk Keong Racun menggelegar dan familiar di telinga masyarakat. Lagu yang sarat dengan sindiran dan syair nakal ini menjadi pembicaraan banyak orang di dunia maya. Sejumlah stasiun radio berulang kali memutar lagu itu. Kenapa?

Ya, popularitas Shinta dan Jojo dimulai dari video yang diunggahnya di YouTube sekitar sebulan lalu. Video lipsync 'Keong Racun' yang menggelikan itu berawal dari keisengan Jojo (Jovita) dan Sinta, mahasiswa universitas swasta di Bandung.

Kini, dua mojang Priangan itu mendadak tenar di seantero jagat. (Soal asal-usul lagu Keong Racun bisa dibaca di sini).

Setelah mendapat dukungan dari Dinda Kanya Dewi, Sinta dan Jojo juga menerima dukungan positif dari Charlie ST12, Dewi Persik, sampai Ade Namnung. "Video Keong Racun juga karya," ujar mereka.

Menanggapi topik hangat ini, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi, mewakili regulator mengatakan, fenomena Sinta dan Jojo mengindikasikan bahwa perkembangan teknologi informasi serta komunikasi sudah tidak bisa diabaikan begitu saja peran dan dampaknya.

"Selain dunia nyata, dunia maya juga menggeliat menunjukkan eksistensinya," kata Heru. "Dan ini akan terus signifikan perannya."

Dia melanjutkan, alangkah baiknya jika teknologi informasi bisa dimanfaatkan juga sebagai alat baru untuk mencari penghasilan, popularitas, maupun dukungan, tetapi dengan batasan dan ketentuan yang jelas.

"Karena, ke depan, apa yang menjadi trending topic di dunia maya lantas akan menjadi pembicaraan hangat pula di dunia nyata," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails