
Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson, menilai keputusannya mengumumkan rencana pensiun pada akhir musim 2001-2002 merupakan sebuah bencana. Namun, menurutnya, ia mendengarkan nasihat istrinya, Cathie, dan kini ia tenang dan bahagia.
Ferguson mengatakan, setelah mengumumkan keputusan mundur itu, ia tak tenang karena ia cuma mengerti sepak bola dan takut menganggur bila pensiun. Menurutnya, ia tak membayangkan dirinya menghabiskan waktu di rumah tanpa melakukan sesuatu yang menarik minatnya dan situasi itu benar-benar membuatnya kacau.
Istrinya kemudian menyarankannya untuk membatalkan rencana itu. Ferguson menerima saran itu dan terus melatih MU sampai sekarang. Ia pun mengatakan tak akan lagi mengambil keputusan pensiun sampai waktu yang tak tertentu.
"Jelas ada titik ti mana saya berhenti dan ketika itu terjadi, saya tak punya ide karena saya mencoba itu dan itu merupakan bencana besar," ungkap Ferguson.
"(Saat itu saya berada dalam) kekacauan. Kekacauan serius (karena memikirkan pensiun). Istri saya mengubah pikiran saya dan ia benar. Saya pikir, dengan saya ada di rumah, ia (Cathie) berpikir dirinya akan sebal bila saya ada di rumah (tanpa aktivitas)," lanjutnya.
Belakangan, Ferguson mengatakan, dirinya akan terus melatih MU, kecuali bila mengalami masalah kesehatan. MU sendiri mengakomodasi keinginan itu dengan menyatakan Ferguson boleh menangani MU sampai betul-betul tak sanggup lagi bekerja. (CNN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar