
GM of basketball Operatoin sekaligus pelatih kepala klub basket Satria Muda (SM) BritAma, Fictor Gideon Roring mengaku merasa dirugikan dengan adanya peraturan baru yang menyebutkan, pemain yang berlaga di kompetisi Nasional Basket Leagua (NBL) dilarang untuk mengikuti kompetisi serupa pada saat yang bersamaan.
Hal ini tentu sangat disayangkan oleh SM mengingat jadwal pelaksanaan kompetisi NBL dan ASEAN Basket League (ABL) diselenggarakan dalam kurun waktu yang bersamaan yakni pada bulan Oktober 2010. Padahal kompetisi ABL seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi pemain nasional di level yang lebih tinggi.
"Bagi saya pelatih peraturan ini justru menguntungkan, saya tidak lagi dipusingkan merotasi pemain, serta tidak lagi direpotkan dengan program latihan. Justru yang dirugikan adalah para pemain dan tentu saja tim nasional Indonesia. Pemain jadi kehilangan kesempatan untuk menjajal kompetisi yang lebih tinggi, padahal ini sangat dibutuhkan untuk menambah pengalaman mereka.
"Kalau sudah begini tim nasional juga akan dirugikan, apalagi kita akan menjadi tuan rumah SEA Games 2011 di mana peluang meraih emas cabang basket sangat terbuka," terang Ito dalam jumpa pers di Restoran Penang Bistro, Jakarta, Rabu ( 28/7/2010 ).
Kekecewaan juga datang dari pemain center SM, Ronny Gunawan. "Secara pribadi saya lebih memilih ABL. Tapi saya adalah seorang pemain profesional yang berada di bawah kepemimpinan manajemen dan saya harus patuh dengan keputusan manajemen," kata Ronny, yang ditemui dalam kesempatan yang sama.
Meski demikian, Ito memaparkan tidak akan meletakan prioritas pada salah satu kompetisi ini. Menurutnya, baik ABL maupun NBL masing-masing memiliki persaingan yang sengit untuk menjadi juara.
"Ini sangat berat bagi kami, tapi saya percaya tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada yang lebih prioritas karena kedua-duanya sama penting," pungkas Ito.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar