Masalah pompa bensin atau rotaks jebol masih belum reda. Korbannya, lagi-lagi armada taksi, yang kali ini menimpa armada Taksiku.
Jason Susanto, General Manager Taxiku Group mengatakan hampir seluruh armadanya terkena masalah sama. Jumlahnya mencapai 800 unit yang beroperasi di Jakarta.
"Memang kejadiannya tak bersamaan, tapi kalau dijumlah sekitar segitu. Sampai sekarang, kejadian itu masih terus berlanjut," ujar Jason kepada Kompas.com, saat dijumpai di IIMS 2010, di Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.
Situasi ini memaksa Jason untuk memangkas pendapatannya karena harus beralih ke bahan bakar non subsidi. Tanpa mengurai lebih lanjut kerugian yang dialami, beban operasional terdongkrak 37 persen dari posisi awal.
"Saya belum hitung kerugiannya. Ya, memang rugi, tapi mau bagaimana lagi. Kami masih mementingkan konsumen yang ada supaya tak terganggu," jelas Jason.
Sampai saat ini, pihaknya masih mengandalkan ATPM untuk bisa memberikan hasil investigasi, apa penyebab pompa bensin jebol.
Seperti diketahui, sebelumnya kasus semula menimpa armada taksi Blue Bird mencapai 1.200 mobil dari 17 pul yang tersebar di Jabodetabek. Sampai saat ini, pihak Blue Bird belum bisa menyimpulkan penyebab dari gangguan pada pompa bahan bakar ini.
Tak cuma Blue Bird, dari pantauan Kompas.com kepada sopir taksi yang mengaku perna kena di antaranya, Express, Taksi Cab, Putra dan Gamya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar