Harga sejumlah bahan makanan di Lampung seperti beras, telur dan daging sapi tetap bertahan tinggi. Kondisi ini bertolak belakang dengan sayur-sayuran yang harganya berangsur turun.
Di sejumlah pasar di Bandar Lampung, harga daging sapi kini mencapai Rp 60.000 per kilogram. Atau, naik Rp 3.000 dari pekan sebelumnya. Padahal, diakui para pedagang, tidak ada kenaikan jumlah permintaan.
"Kata bos (pengumpul), stok langka. Satu bos aja kini hanya dapat satu ekor (dari biasanya dua)," ujar Leman (60), pedagang daging di Pasar Smep, Kota Bandar Lampung, Rabu (28/7/2010).
Menurut dia, berkurangnya stok daging terjadi seminggu terakhir ini. Padahal, bulan-bulan sebelumnya, stok daging masih terbilang normal. Kalau pun ada kenaikan harga, hal itu biasanya terjadi saat menjelang lebaran akibat kenaikan permintaan.
Agak susah sekarang, barangnya dikurangin, ujar Omat (47), pedagang daging di Pasar Koga, Bandar Lampung. Tidak lazim, ungkapnya, harga daging mengalami lonjakan. Apalagi, Lampung merupakan salah satu sentra penghasil daging sapi potong. Ia memperkirakan, menjelang lebaran, harga daging akan melonjak hingga menembus Rp 70.000 per kg.
"Kondisi harga yang masih saja tinggi terjadi pula pada beras. Di Pasar Smep, harga beras terendah atau asalan Rp 6.000 per kg. sementara, beras kualitas sedang atau slyp dijual Rp 6.500 Rp 7.000 per kg. (Harga) masih naik nih, belum juga turun," ujar Saram (64), pedagang beras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar