Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta diprediksi bergerak menguat dan menuju level 8.900 per dolar Amerika Serikat pada transaksi awal pekan ini, Senin 2 Agustus 2010.
Tony Mariano, research valas PT Harvest International Futures berpendapat, rupiah cenderung menguat dan berpotensi menembus level 8.900 per dolar AS karena disertai sentimen positif pergerakan sebagian besar mata uang regional maupun global yang menguat terhadap dolar AS.
"Saat dibuka, rupiah menguat di kisaran level 8.935-8.940 per dolar AS," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.
Tony menambahkan, ekspektasi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS dan masih derasnya investasi ke aset berisiko seperti saham turut menopang pergerakan positif mata uang lokal ini terhadap dolar AS. "Dana asing yang masuk (capital inflow) ke pasar modal masih deras," ujarnya.
Dia memproyeksikan, kurs rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS sampai penutupan nanti yaitu di kisaran level 8.900-8.935 per dolar AS. "Bisa jadi, 8.900 per dolar AS ditembus," kata Tony.
Berdasarkan data transaksi di Bloomberg hari ini pukul 08.30 WIB, mata uang nasional itu bergerak di posisi 8.938 per dolar AS. Sedangkan pada penutupan Jumat 30 Juli 2010, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu berakhir pada posisi 8.950 per dolar AS.
Sementara itu, menurut data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia akhir pekan lalu, rupiah bertengger di level 8.050 per dolar AS dari perdagangan sehari sebelumnya yang berakhir di posisi 8.952 per dolar AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar