Rabu, 04 Agustus 2010

Iwapi: Penyesuaian Nilai Rupiah Meresahkan

Share

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menilai wacana yang dilempar Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution untuk melakukan menyesuaikan nilai atau redenominasi rupiah, sangat meresahkan.

"Menurut hemat saya itu sangat meresahkan. Terutama, bagi pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang berada dalam piramida terbesar, di mana tingkat intelegensia mereka terbatas tapi mereka merupakan jumlah terbesar dari total pelaku UMKM," ujar Rina Fahmi Idris, ketua umum IWAPI, di Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2010.

"Ada apa ini? Walaupun wacana redenominasi baru "hanya" dikeluarkan Beliau dan masih akan dibahas di DPR dan didiskusikan dengan pemerintah, saya yakin hal ini tidak akan lama lagi direalisasikan," kata Rina, lagi.

Walaupun dalam keterangannya, kata Rina, semua alasan melakukan redenominasi adalah untuk kebaikan rakyat Indonesia, tapi harus diteliti dulu rakyat yang mana yang akan menerima manfaatnya. "Tahun 1950 sudah pernah dilakukan, sekaligus redenominasi dan senering, dan itu sangat membuat trauma nasional," ujarnya.

Menurut Rina, redenominasi hanya akan membingungkan dan meresahkan. "Lebih baik biaya sosialisasi redenominasi itu dikeluarkan untuk pembenahan ekonomi Indonesia 2-5 tahun ke depan."

Rina mendesak supaya BI merancang program kerja yang lebih realistis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails