Kamis, 29 Juli 2010

Maradona: Bilardo Pengkhianat, Grondona Pembohong

Share

Mantan pelatih tim nasional Argentina, Diego Maradona, menuding direktur timnas Carlos Bilardo sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas pemecatan dirinya sebagai pelatih "Albiceleste". Legenda sepak bola Argentina itu secara tegas menyebut Bilardo sebagai seorang pengkhianat.

Selasa (27/7/2010), Maradona resmi dipecat federasi sepak bola Argentina (AFA), setelah ia menolak untuk memenuhi permintaan Presiden AFA Julio Grondona yang menginginkan dirinya membuang tujuh orang asistennya.

"Grondona berbohong kepada saya, sementara Bilardo mengkhianati saya. Saat kami (timnas Argentina) masih berduka dengan kekalahan dari Jerman, Bilardo justru bekerja di belakang saya untuk menyingkirkan saya," tuding Maradona.

"Grondona sendiri, saat berada di ruang ganti di Afrika Selatan, mengatakan di depan semuanya (pemain dan staf) bahwa ia sangat senang dengan pekerjaan saya dan menginginkan saya untuk terus melatih. Tapi, sekembalinya kami ke Argentina, keadaan mulai berubah," sesal mantan pemain Napoli itu.

Maradona kemudian mengatakan dirinya telah berusaha untuk bekerja maksimal demi negaranya. Namun, pemilik "Gol Tangan Tuhan" itu menyebut waktu 21 bulan yang dimilikinya selama membesut Lionel Messi dkk tidaklah cukup.

"Saya telah memberi segalanya, segalanya," tutur Maradona dengan nada emosi. "Namun mereka memanggil saya hanya untuk memecat saya, dan kami menyepakati itu,"

"Saya yakin sepak bola Argentina butuh untuk berada di posisi yang lebih baik. Saya sendiri telah mencoba untuk menularkan rasa bangga yang saya rasakan, yakni menjadi seorang Argentina, pada semua pemain saya di timnas," tutup pelatih berusia 49 tahun ini.(AP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails