
Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengaku tak pernah serius mempertimbangkan membajak pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello, sebagai pengganti Jose Mourinho, yang pindah dari San Siro ke Santiago Bernabeu, akhir musim lalu.
Ketika Mourinho hengkang, 27 Mei lalu, Capello mendekati akhir masa kerjanya di Inggris, yaitu Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Pelatih yang kini menjabat, Rafael Benitez, juga masih terikat kontrak dengan Liverpool.
Moratti kemudian menyebut Capello sebagai orang yang tepat melanjutkan kerja Mourinho. Namun, Moratti mengatakan, ia cuma mempertimbangkan nama Capello selama 60 jam sejak Mourinho pergi.
Setelah itu, Moratti mendekati Benitez, yang terikat kontrak dengan Liverpool. Menurutnya, ia hampir saja membatalkan negosiasi, tetapi tak jadi karena Liverpool akhirnya memecat Benitez.
"Capello hanyalah sasaran realistis selama 2,5 hari. Ia tak berkompetisi dengan Benitez. (Capello) merupakan pilihan realistis, tetapi itu berubah menjadi tak realistis (karena Inggris memutuskan memperpanjang kontrak Capello sebelum Piala Dunia 2010 Afrika Selatan)," ungkap Moratti.
"Benitez adalah salah satu pelatih yang memiliki sejumlah pengalaman internasional, saya mendengar hal bagus tentangnya dan kami mengejarnya,"
"Kami juga mempertimbangkan alternatif karena itu merupakan keputusan sulit. Benitez sangat profesional, bekerja sangat keras, dan memiliki sistem kerja yang sama dengan Mourinho, yaitu mempelajari pertandingan dan lawan,"
"Ia menjamin kerja serius dan, saya harap, hasil yang bagus. Pada level manusia, ia terdidik, sopan, menyenangkan, tak terlalu menekan ketika bicara soal transfer pemain," paparnya. (SKY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar