Rabu, 28 Juli 2010

Pendidik Belum Mendidik Pemilih

Share
Banyak tenaga pendidik, walaupun pemahaman politiknya cukup, tidak berupaya mendidik siswanya untuk cerdas dalam menggunakan hak pilihnya dalam sebuah pemilihan umum. Akibatnya, siswa tidak paham bahwa pentingnya menggunakan hak pilih dalam membangun demokrasi yang sehat.



Hal tersebut dinyatakan Wakil Bupati Bogor Karyawan Fathurachman, sebagaimana dirilis Humas Kabupaten Bogor, Rabu (28/7/2010). Pernyataan Karyawan itu berkaitan dengan acara Pendidikan Pemilih bagi Tenaga Pendidik Tingkat Kabupaten Bogor, yang diselenggaran Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor di Gedung Serbaguna I Pemkab Bogor di Cibinong, sepanjang Rabu.



Kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena jumlah siswa didik yang telah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum cukup banyak. Mayoritas siswa tersebut tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai pentingny a menggunakan hak pilih, untuk membangun demokrasi yang sehat.



Pendidikan politik yang tepat kepada siswa, dapat mendorong peningkatan angka partisipasi pemilih pemula secara signifian. Selain itu, siswa diik yang ceerdas dalam menggunakna hak pilihnya, dapat menjaga dan mengembangkan demokrasi.



"Kegiatan pendidikan pemilih atau politik kepada siswa dan generasi muda itu sangat penting dan stategis, untuk membangun stabilitas daerah. Kercedasan pemilihd alam berpolitik dan berdemokrasi menjadi landasan kokoh bagi tegaknya kehidupan bermasyarakat dan bernegara," katanya.



Adapun Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor Achmat Fauzi mengatakan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan tersebut karena pemilu yang berkualitas menjadikan demokrasi berkualitas. "Dengan kegiatan ini, yang diikuti kepal sekolah tingkat SLTA se-Kabupaten Bogor, para dosen, dan pengurus PGRI, dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran politik dalam masyarakat," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails